Kaldera Batur, Taman Bumi Global (3)


Rumah tua dengan arsitektur asli Bali yang masih tersisa di pinggir Danau Batur di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Pola pembangunan rumah masih menganut kepercayaan Bali asli (Bali Mule). Rumah bagian depan berorientasi ke gunung yang tinggi. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT

Bali Mula

Setelah memicu adrenalin mendaki gunung api aktif, menuruni kawah, menjejak batuan lava, serta menyusuri terowongan lava, petualangan dilanjutkan mengeksplorasi budaya  "awal" Bali. Desa-desa di sekitar kaldera Batur kebanyakan dihuni oleh kaum Bali Mula atau Bali Asli yang masih melanjutkan kepercayaan megalitik.

Menyeberangi danau menuju tenggara kaldera terdapat Desa Trunyan. Masyarakatnya telah menghuni Pulau Bali jauh sebelum orang-orang Jawa bermigrasi ke Bali. Kepercayaan megalitik terasa kian kental ketika mengunjungi Pura Pancering Jagat. Di dalam meru, bangunan utama di pura, disimpan arca batu yang disakralkan oleh warga desa.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Bali, I Made Griya, mengatakan, Prasasti Trunyan tahun saka 891 sudah menyebutkan keberadaan penghuni Bali Mula ini. "Banyak peninggalan megalitik yang ditemukan di sekitar Batur, pura pura masih memeliharanya dengan baik," ujarnya.

Ciri khas paling menonjol untuk membedakan Bali Mula dengan orang Bali pendatang adalah dari upacara kematiannya. Orang meninggal diletakkan begitu saja di area kuburan di bawah pohon kemenyan, tidak dibakar seperti kepercayaan Bali Jawa (Bali Arya) yang merupakan keturunan dari pendatang Jawa di masa Majapahit.

Ruang kepurbakalaan dan antropologi budaya melengkapi kekhasan geologi kaldera Batur. Menjelajahi ruang-ruangnya, semakin meyakinkan bahwa Indonesia memiliki taman bumi yang mahakaya yang pantas diwariskan untuk dunia.


Peninggalan kebudayaan megalitik berupa batu pemujaan di Pura Puncak Penulisan, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Pura tertinggi (1.746 mdpl) di Pulau Bali ini masih melanjutkan kepercayaan megalitik yaitu kepercayaan masyarakat Bali lama (Bali Mule). KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT

Gapura yang tersisa dari bangunan Pura Tuluk Piyu di Desa Abang, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Peristiwa longsor dinding Gunung Abang (bagian dari kaldera Batur) 1917 telah mengubur pura ini serta permukiman di sekitarnya. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT

Petani membersihkan kebun sawi dan cabai di pinggir Danau Batur dengan latar belakang Gunung Batur di Desa Abang, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Keberadaan gunung berapi menyuburkan lahan pertanian di kecamatan ini. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT

Perahu lego jangkar di Danau Batur di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Terlihat latar belakang Gunung Batur tertutup awan. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT

0 comments:

Post a Comment

 

Kicau Kacau

Semilir

Saung maya yang berisi repihan. Isinya segala tentang embusan angin, mulai dari angin duduk, angin lalu, angin semu, angin haluan, angin pegunungan, atau sekadar angin-anginan.

Dalam jeda perlawanan, selalu kembali ke keheningan, kegelapan rimba hutan dan bebatuan di ketinggian...

Creative Commons License
Karya di blog ini berada di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.