Karyawan PJKA Bersepeda

Bening Banyu Renjani dengan sepeda miliknya. Katanya mau belajar dirt jump :p

Minggu sore pukul 16.00 berangkat ke Jakarta pakai sepeda. Di tengah jalan hujan deras mengguyur. Tanggung balik rumah. Setelah berteduh sekitar 1 jam hujan pun reda, perjalanan dilanjutkan...

Saya karyawan "PJKA" (Pulang Jumat Kembali Ahad). Maksudnya berangkat kerja hari ahad alias hari minggu sore dan pulangnya hari Jumat. Jakarta - Kota Bogor sekitar 55 kilometer gowes pakai kereta angin. Nyepeda rumah-kantor rutin dilakukan, kecuali kalau pas hujan deras atau lagi keluar daerah.

Kalau atlet mungkin 55 km bisa dilibas selama 2 jam saja. Tapi saya, makan waktu rata-rata 3 jam. Membayangkan kok bisa para atlet sepeda menembus Jakarta-Kota Bogor dengan kecepatan minimal 25 kilometer/jam. Barangkali mereka punya dengkul robot atau pas lewat titik-titik kemacetan mereka bisa terbang?

Tapi kecepatan sangat tidak penting bagi saya. Yang paling penting adalah semangat rutinitas bersepeda, berolahraga sekaligus berekreasi. Lagi pula, saya bukan atlet, bersepeda itu bagi saya ya kebutuhan setiap hari, bukan lagi gaya-gayaan.

Saya menanamkan semangat bersepeda sebagai kebutuhan dalam keluarga. Istri menggunakan sepeda lipat dengan boncengan anak di belakang. Si kecil juga sudah dikenalkan dengan sepeda sejak kecil.

Banyak manfaat dari kegiatan bersepeda. Buktikan sendiri...



0 comments:

Post a Comment

 

Kicau Kacau

Semilir

Saung maya yang berisi repihan. Isinya segala tentang embusan angin, mulai dari angin duduk, angin lalu, angin semu, angin haluan, angin pegunungan, atau sekadar angin-anginan.

Dalam jeda perlawanan, selalu kembali ke keheningan, kegelapan rimba hutan dan bebatuan di ketinggian...

Creative Commons License
Karya di blog ini berada di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.